PKM Prodi Sistem Informasi Universitas Pamulang (Kampus Kota Serang) Hadirkan Sistem Antrian Digital untuk Program Makan Bergizi di SMAN 1 Warunggunung
Published on: 23 Apr 2026

Berita, PkM
Serang – Dalam rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan pada 23 April 2026, SMAN 1 Warunggunung berkolaborasi dengan akademisi untuk menghadirkan inovasi digital berupa sistem antrian makan bergizi gratis berbasis website. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan sekolah dengan memanfaatkan teknologi informasi secara efektif dan efisien.
Kegiatan PkM ini menghadirkan narasumber dari dosen Program Studi Sistem Informasi Universitas Pamulang Kampus Kota Serang, yaitu Reni Haerani, S.Kom., M.Kom., Ph.D. dan Eka Ramadhani Putra, S.Kom., M.Kom. Dalam pemaparannya, kedua narasumber menjelaskan pentingnya transformasi digital dalam mendukung peningkatan kualitas layanan publik di sektor pendidikan.
Disampaikan bahwa digitalisasi sistem antrian tidak hanya bertujuan untuk mengurangi kerumunan, tetapi juga untuk meningkatkan akurasi layanan serta transparansi dalam proses distribusi program makan bergizi gratis bagi para siswa.
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa yang turut berkontribusi dalam penyampaian informasi mengenai penyusunan dan distribusi kuesioner sebagai bagian dari evaluasi sistem. Mahasiswa menjelaskan bahwa kuesioner tersebut dirancang untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna, kemudahan penggunaan sistem, serta efektivitas layanan setelah penerapan digitalisasi. Hasil dari kuesioner tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam melakukan analisis serta pengembangan sistem secara berkelanjutan.
Tidak hanya berupa penyampaian materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi praktik melalui demonstrasi langsung penggunaan sistem antrian berbasis web. Melalui sesi ini, peserta dapat melihat secara langsung alur penggunaan sistem, mulai dari proses pendaftaran, pengambilan nomor antrian secara online, pemantauan jadwal layanan, hingga informasi perkiraan waktu pengambilan makanan dan proses pemanggilan secara real-time.
Inovasi ini memberikan pengalaman layanan yang lebih tertib, nyaman, dan terorganisir dibandingkan dengan sistem manual yang sebelumnya digunakan. Melalui kegiatan ini, para siswa dan pihak sekolah tidak hanya memperoleh wawasan teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis dalam penerapan sistem antrian digital yang mampu mengurangi kerumunan, meningkatkan kedisiplinan, serta memudahkan pengelolaan informasi penerima manfaat program makan bergizi gratis.
Dari perspektif pengelola, sistem ini juga membantu proses pencatatan data secara lebih terstruktur, mulai dari jumlah siswa yang dilayani hingga waktu distribusi makanan. Data tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan di masa mendatang.
Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi siswa dan pihak sekolah dalam meningkatkan keterampilan digital serta mempersiapkan diri menghadapi era transformasi teknologi. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam mendorong pemanfaatan teknologi secara berkelanjutan di lingkungan pendidikan.
Kerja sama yang terjalin antara dosen, mahasiswa, dan pihak sekolah diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Ke depannya, penerapan sistem ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh praktik baik (best practice) bagi sekolah lain dalam meningkatkan layanan berbasis digital, khususnya dalam program-program yang berkaitan dengan kesejahteraan siswa.




